part 1 tentang sosial media dari sudut pandang seorang Newbie
Pengajian Sosial Media
Sosial media merupakan media yang tidak asing lagi ditelinga kita, dari jamannya Friendster, live connector, Myspace hingga ke jamannnya Facebook, Twitter, Google +, Instagram, Linked, dll. Semua terbagi-bagi mulai dari ada yang merupakan social media dimana para pelakunya saling berinteraksi dan memberikan informasi, ada yang merupakan information media, dimana orang akan melihat content yang akan diberikan oleh seseorang yang akan dia follow, semakin bagus contentnya akan semakin banyak kemungkinan orang tersebut difollow oleh akun twitter lain.
Bicara tentang content, hal tersebut merupakan yang paling utama loh. Tanpa content suatu akun pada social media hanya akan dianggap sebagai akun biasa tanpa ada nilai tambahnya. Selain itu pemilihan nama yang tepat merupakan salah satu kunci agar orang lain bisa mengenal, usahakan setiap memilih jejaring social menggunakan username yang sama, untuk meningkatkan engagement diantara social media tersebut (terutama bagi fans, atau followersnya). Amankan dahulu username agar menjadikan nilai tambah bagi anda, terutama bagi pemilik akun brand yang biasanya naman2 tersebut akan di incar terlebih dahulu oleh pemburu akun.
Saat ini point of contact dalam penjualan sebagian besar ada di dunia internet, mengapa demikian ? hal ini disebab dengan asumsi dari 234 juta penduduk Indonesia (BPS 2010) dimana yang merupakan pengguna internet adalah sebanyak 61 jutaan orang. Dengan angka yang cukup besar tersebut 86.7 % para pelakunya memiliki minimal 1 buah akun Facebook. Oleh karena itu secara otomatis point of contact dalam penjualan ada di dalam facebook bukan. Terlebih lagi riset mengatakan bahwa rata-rata orang Indonesia menghabiskan 28.30 waktunya didalam Facebook.
Selain itu 80% perangkat handphone di Indonesia telah dilengkapi dengan aplikasi yang menghubungkan ke dunia internet, dan 46%nya sudah menggunakan aplikasi tersebut. Oleh karena itu munculah cara-cara mengelompokan user-user dari social media yaitu :
- Creator : orang yang membuat content cerita, bisa itu dari blog, membuat website, upload video, upload foto dll
- Conversationalist: orang yang hanya ngobrol-ngobrol saja di Facebook dan Twitter
- Critics : orang yang selalu memberikan kritik pada apa yang dibuat oleh creator.
Dengan berkembangnya point of contact, muncul juga pola word of mouth yang terbaru akibat dari berkembangnya social media, diantaranya adalah yang standar yaitu seseorang lebih memilih rekomendasi dari orang yang dia kenal ketika akan membeli sesuatu. Selain itu muncul juga pola dimana sesorang bisa dipengaruhi oleh opini dari pelanggan lain yang ada di internet (misalnya di Facebook pages dari sebuah brand). Yang lainnya adalah seseorang akan tertarik terhadap brand tersebut setelah melihat websitenya, apakah menarik atau tidak.
3 alasan teratas kenapa seseorang menjadi fans page / followers twitter dari sebuah brand adalah :
- Merupakan pelanggan dari brand tersebut
- Pada akun social media dari brand tersebut memberikan diskon menarik atau penawaran menarik yang tidak ada sebelumnya
- Content yang diberikan oleh akun tersebut menarik
Oleh karena itu, untuk meningkatkan jumlah followers/like-nya sebuah brand perlu lebih mengevaluasi sudah sebaik apakah content yang ada pada akun social media anda ? apakah ada added value yang bisa menarik seseorang follow akun brand tersebut ?
Contoh contoh dari akun yang sudah baik dalam mengerjakan hal tersebut adalah , akun dari Garuda Indonesia dimana dia membagi menjadi 2 akun, yang satu khusus untuk akun promosi (garuda promo) dan akun untuk corporate. Kedua akun tersebut memiliki jumlah followers yang tidak jauh berbeda. Berikut hasil analisanya :
- @indonesiagaruda = 39.877 followers
- @garuda_promo = 39.399 followers
- yang follow kedua-nya = 11.629 followers
terlihat bahwa hanya 11.629 orang yang memfollow kedua akun tersebut dan sisanya hanya menikmati content Indonesia garuda yang disinyalir merupakan orang-orang yang tidak peduli terhadap diskon. Sementara untuk orang-orang yang hanya follow garuda promo saja tidak peduli terhadap kontent dari brand Garuda itu sendiri.
sumber : banyak, nanya aja ntr diskusi, rata-rata dari hasil training kemaren


